Khotbah Idul Fitri 1428 H
Sesungguhnya ada korelasi, hubungan yang kuat antara musibah fisik dengan musibah moral atau akhlak manusia. Sering terjadi bencana, sebab akhlak manusia yang telah rusak. Terlalu banyak berbuat maksiyat dan melawan kepada Allah swt. Banyak orang sekarang, yang hanya takut kepada manusia, tapi tidak takut kepada Allah swt. Mereka melampiaskan seluruh nafsu durjana dan ketamakan, serta berlaku sewenang-wenang dengan segala kekuatan yang mereka miliki.
PK-Sejahtera Online:
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Walillahil Hamd.
Hadirin kaum muslimin dan muslimat rahima kumullah,
Hari ini takbir berkumandang di seluruh dunia, membesarkan nama Allah. Gema takbir yang disuarakan oleh lebih dari satu seperempat milyar manusia di muka bumi ini, menyeruak disetiap sudut. Di lapangan, di surau-surau, di desa-desa, di gunung-gunung, di kampung-kampung di seluruh pelosok negeri Islam.
Pekik suara itu juga kita bangkitkan disini, dibumi tempat kita bersujud. Iramanya memenuhi ruang antara langit dan bumi, disambut riuh rendah suara malaikat nan tengah khusyu’ dalam penghambaan diri mereka kepada Allah swt.
Getarkan qalbu mu’min, yang tengah dzikrullah, penuh mahabbah, penuh ridho, penuh roja’ –harap-harap cemas akan hari perjumpaan dengan Khaliq, Pencipta.
Takbir berkumandang di seluruh dunia:
Di Palestina, dimana Yahudi La’natulllah ‘alaihim tengah bersorak sorai setelah sukses menipu kaum muslimin. Sebanyak 400 pemuda Hamas yang berani mati di eksekusi, setelah peluru terakhir mereka habis ditembakkan. Masjidil Aqsha yang mereka injak-injak kehormatannya. Di tanah yang telah diwashiyatkan oleh Umar Ibn Khattab untuk dijaga, negeri yang telah ditebus oleh Sholahuddin Al-Ayyubi dengan darah para syuhada. Kini mereka mengadu domba antara Fatah dengan Hamas.
Di Afghanistan, keping-keping reruntuhan, seolah wilayah yang tak lagi bertuan. Puas memborbardir kawasan muslim ini, tentara Amerika pergi menghindar dan membiarkan penduduknya terlantar.
Takbir berkumandang di Bengkulu,
Adakah suara takbir masih terdengar di Bengkulu?
Adakah suara takbir masih berkumandang di Muko-muko?
Adakah suara takbir masih berkumandang di Lais, di Argo Makmur?
Puluhan ribu rumah hancur, ribuan masjid rubuh. 60 kali lebih frekwensi gempa terjadi mengguncang tanah. Meratakan lebih 26.000 bangunan dan rumah, 300 masjid pun tak bisa lagi digunakan lagi untuk beribadah. Marilah kita berlindung kepada Allah dari segala macam musibah. Ya Allah jauhkanlah kami dari segala macam musibah. Ya Allah jadikanlah negeri ini baldatun thayyibatun wa rabbun ghafuur.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahil Hamd
Hadhirin dan Hadhirat jama’ah sholat Ied yang dimuliakan Allah swt
Pada hari ini dengan berat hati, kita meninggalkan bulan suci Ramadhan nan penuh berkah. Dimana Allah swt pada hari-harinya telah mencurahkan rahmah, memberikan kucuran maghfirah-Nya serta membebaskan manusia dari siksaan api neraka. Mudah-mudahan segala perjuangan amal ibadah kita, ruku’ kita, sujud kita, shiyam kita, qiyam kita diterima oleh Allah swt. Mudah-mudahan segala radang demam karena begadang kita, keletihan dan cucuran air mata kita dalam menghiba agar mendapatkan rahmat Allah swt, didengar oleh yang Maha Pengasih.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahil Hamd.
Hadirin Jama’ah iedul Fithri yang berbahagia,
Sejak akhir tahun 2004 sampai sekarang, bencana dinegeri kita Indonesia tercinta ini, seolah tidak ada henti-hentinya terjadi. Mulai dari gempa di NAD dan Nias, Banjir bandang di Jember, dan Trenggalek, banjir bandang di Sinjai, Sulsel. Tanah longsor di Luwu Utara, Sulteng. Banjir di Bolaang Mongondow, Tanah Longsor di Gorontalo. Gempa DI Jogya, Gunung Merapi meletus, banjir besar di Jakarta, Tsunami di Pangandaran dan Kebumen, Gunung meletus di Halsel, gempa di Sumatera Barat.
Hadirin Jama’ah iedul Fithri yang berbahagia,
Sesungguhnya ada korelasi, hubungan yang kuat antara musibah fisik dengan musibah moral atau akhlak manusia. Sering terjadi bencana, sebab akhlak manusia yang telah rusak. Terlalu banyak berbuat maksiyat dan melawan kepada Allah swt. Banyak orang sekarang, yang hanya takut kepada manusia, tapi tidak takut kepada Allah swt. Mereka melampiaskan seluruh nafsu durjana dan ketamakan, serta berlaku sewenang-wenang dengan segala kekuatan yang mereka miliki.
”Kalaulah sekiranya penduduk negeri-negeri itu beriman dan bertaqwa, sungguh Kami akan bukakan atas mereka Keberkahan dari langit dan bumi. Akan tetapi mereka mendustakannya, maka kami siksa mereka dengan kedustaan itu”. QS 7:96
Ayat Allah yang tidak bisa kita bantah sama sekali. Jadi jelas sekali keterangan Allah swt dalam Al-Qur’an, jika manusia itu Iman dan taqwa maka keberkahan melimpah banyak.Tapi kalau ingkar dan maksiyat, maka Allah swt akan datang adzab dan musibah.
Tengoklah bagaimana kerusakan moral di negeri ini.
Baru-baru ini diungkapkan data, bahwa ada 500 jenis VCD porno buatan Indonesia sendiri yang sudah beredar diperjual belikan. Dan yang paling mengerikan adalah bahwa bintangnya anak-anak yang masih di SMP dan SMU.Masih sanggupkah kita menghadapkan muka kita di hadapan Allah di Padang Mahsyar besok? Sanggupkah kita menjawab pertanyaan Allah kelak? Bagaimana tanggung jawab kita terhadap pendidikan anak-anak kita?
Jual beli perkara, bahkan di MA. Apalagi di PT atau PN. Perzinahan, bahkan dilakukan oleh salah seorang anggota DPR dengan seorang penyanyi dangdut, dan divideokan pula, seolah ingin “show of force”. Seorang ibu membunuh 3 orang anaknya di Bandung, lantaran takut miskin. Seorang anak remaja membantai seluruh keluarganya, termasuk ayah ibunya di Medan. Ketika diajukan di DPR soal RUU APP, malah ditolak. Inilah bentuk kerusakan akhlak dan moral manusia di negeri ini. Bagaimana adzab tidak datang secara bertubi-tubi. Penyebabnya adalah ulah tangan manusia itu senidiri:
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”
QS.30:41
Oleh sebab itu hadirin dan hadirat rahimakumullah, marilah kita bertaubat kepada Allah swt. Marilah kita kembali ke jalan yang benar. Jangan lagi karena ulah-ulah kita, Allah menjadi murka.
”Mendekatlah kepada Allah, dan berlaku luruslah, maka ketahuilah seseorang itu tidak akan masuk syurga, hanya dengan amal-amalnya saja. Shahabat bertanya,”Engkau juga tidak ya Rasulullah?”. Jawab Rasul saw, ”Tidak juga saya, kecuali Allah melimpahkan rahmat dan karuniaNya”.
Sungguh Allah swt adalah penerima taubat. Sebesar gunung dosa kita, lalu kita datang sungguh-sungguh ingin bertaubat, maka engkau dapati Allah swt, Maha Pengampun. Kalau kita mendekat sejengkal kepada Allah, maka Allah swt akan mendekat sehasta. Jika kita mendekat kepada Allah swt sehasta, maka Allah akan mendekat sedepa. Dan jika kita berjalan menuju Allah swt, maka Allah akan berlari menyambut uluran taubat kita.
”Dan bertaubatlah kalian semua kepada Allah swt”.
Mudah-mudahan latihan sebulan penuh Ramadhan, dapat menjadikan jiwa kita benar-benar taqwa. Dan dengan bekal ini mudah-mudahan Allah swt memasukkan kita ke dalam syurga, an-nai’m. Kegembiraan kita di hari lebaran ini, hendaknya pula tidak mengurangi kepedulian terhadap kaum muslimin saudara-saudara kita yang tengah menderita dibelahan dunia lain. Baik yang berada di Iraq, di Palestina, di Afghanistan.
Adakah kebahagiaan yang kita rasakan hari ini, juga dirasakan oleh mereka? di Bengkulu, di Muko-Muko, di Lais, di Argo Makmur, di Sumatera Barat, di Jambi dan lainnya.Adakah mereka sanggup kenakan baju baru, celana baru dan sepatu baru? Seperti yang dipunyai anak-anak kita? Adakah mungkin saudara-saudara muslim kita di Bengkulu dapat mencicipi hidangan selezat yang telah kita tata di meja-meja makan kita?
Kenang, kenang, kenanglah mereka ! Sumbanglah mereka, agar mereka merasa masih punya saudara. Bantu mereka, do’akan agar Allah memberikan keberkahan atas mereka. Sekedar meringankan beban, dan saling berbagi kebahagiaan.
”Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula)”.
QS. Ar-Rahman:60
Pengirim: Mohammad Yusuf
Update: 14/10/2007 Oleh: Mohammad Yusuf